![]() |
Akan tetapi, jika hasil capaian teknologi kemudian disalahgunakan, maka yang muncul adalah beragam dampak buruk. Tidak hanya tujuan utama dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak tercapai, namun penyalahgunaan rekayasa teknologi itu sendiri akan membuat hidup manusia semakin sulit. Tidak terkendali. Menjadi linglung. Bahkan menjadi ambigu.
Sebagai contoh, penyalahgunaan bom atom ke dalam arena perang telah memporak-porandakan alam dan menyebabkan korban manusia dalam jumlah yang banyak. Padahal, bom atom pada awalnya diciptakan untuk membuat terowongan di bawah tanah. Atau untuk mendirikan bangunan dalam endapan bantuan.
Hal yang sama, kini sedang terjadi. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi melalui handphone ternyata telah membawa kemudahan bagi manusia di belahan manapun di dunia ini untuk berkomunikasi. Hal ini sangat menolong manusia untuk memperpendek jarak tempuh. Tidak perlu bertemu secara fisik, namun di udara bisa saling bertukar informasi dan menyampaikan pesan.
Secara khusus teknologi handphone semakin membuat privasi manusia begitu terjaga. Jika dikendalikan, handphone tentu membawa dampak positif. Akan tetapi jika tidak, fasilitas dalam handphone bisa saja disalahgunakan.
Hal itulah yang kita saksikan terjadi bagi kalangan pelajar. Sebagaimana diungkapkan sejumlah media massa banyak pelajar yang sudah menggunakan HP berikut dengan fasilitas di dalamnya untuk hal-hal yang tak wajar. Katakanlah soal penyebarluasan video dan gambar-gambar porno.
Bisa dipastikan, para pelajar (apalagi itu baru sebatas murid Sekolah Dasar) sangat tidak pantas menyaksikan adegan erotis yang ditampilkan dalam HP. Bayangan apa yang terlintas dipikiran para pelajar jika melihat hal-hal seperti ini. Sekalipun belum ada pembuktian secara akademis, bahwa maraknya peristiwa penyimpangan seksual dan pernikahan dini saat ini adalah didorong oleh penyalahgunaan teknologi seperti situs porno di HP.
Pelajar adalah harapan bangsa. Jika para pelajar sudah terjerembab dalam perilaku yang menyimpang dengan menyalahgunakan teknologi, maka generasi bangsa ini di masa depan akan hancur. Tentu kita tidak mau membiarkan kejadian ini terus berlanjut. Kita harus membebaskan para pelajar kita dari segala bentuk penyalahgunaan teknologi.
Mengatasi permasalahan ini, tentu menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, khususnya jajaran departemen pendidikan harus membuat regulasi yang mumpuni untuk bisa meminimalisasi terulangnya kembali kejadian seperti ini. Para guru dan pihak sekolah harus dengan jeli mengawasi para siswa.
Apa yang dilakukan oleh jajaran Dinas Pendidikan Kota Medan yang meminta kepala sekolah merazia siswa yang membawa handphone (HP) sangatlah bijaksana layak didukung oleh semua pihak. Ini bertujuan untuk meminimalisir penggunaan situs porno bagi para pelajar itu sendiri.
Namun yang tak ketinggalan perannya adalah orang tua. Orang tua harus melakukan pendidikan dan pendamping yang halostik pada diri si anak. Anak harus diarahkan. Dibina. Jangan dibiarkan sampai terombang-ambing. Mereka harus diarahkan dengan kasih sayang. Keluarga menjadi tempat pendidikan pertama sebelum seorang anak terjun ke masyarakat.
Teknologi pada dasarnya diciptakan untuk menolong dan mempermudah kehidupan manusia. Namun jika teknologi disalahgunakan, maka implikasi buruklah yang kita peroleh. (*)

makasih
BalasHapus